Selasa, 10 Juni 2014
HUBUNGAN INTERPERSONAL, CINTA DAN PERKAWINAN
1. HUBUNGAN INTERPERSONAL
Hubungan interpersonal adalah dimana ketika kita berkomunikasi, kita bukan sekedar menyampaikan isi pesan, tetapi juga menentukan kadar hubungan interpersonalnya. Jadi ketika kita berkomunikasi kita tidak hanya menentukan content melainkan juga menentukan relationship. Dari segi psikologi komunikasi, kita dapat menyatakan bahwa makin baik hubungan interpersonal, makin terbuka orang untuk mengungkapkan dirinya; makin cermat persepsinya tentang orang lain dan persepsi dirinya; sehingga makin efektif komunikasi yang berlangsung diantara komunikan.
Ada beberapa teori yang menjelaskan mengenai hubungan interpersonal, yaitu:
A. Model-model hubungan Interpersonal
Model ini memandang hubungan interpersonal sebagai suatu transaksi dagang. Orang berhubungan dengan orang lain karena mengharapkan sesuatu untuk memenuhi kebutuhannya. Thibault dan Kelley, dua orang pemuka dari teori ini menyimpulkan model pertukaran sosial sebagai berikut: “Asumsi dasar yang mendasari seluruh analisis kami adalah bahwa setiap individu secara sukarela memasuki dan tinggal dalam hubungan sosial hanya selama hubungan tersebut cukup memuaskan ditinjau dari segi ganjaran dan biaya“.
Analisis Transaksional
Pengertian analisis transaksional. Kata transaksi selalu mengacu pd proses pertukaran dlm suatu hubungan. Dalam komunikasi antar pribadi juga dikenal transaksi à yg dipertukarkan adalah pesan-pesan, baik verbal maupun non verbal.
Analisis transaksional adalah suatu model analisis komunikasi dimana seseorang menempatkan dirinya menurut posisi psikologi yg berbeda (Eric Berne’s, Stuart Sundeen, 1995).
Tujuan:
Analisis transaksional bertujuan unt mengkaji secara mendalam proses transaksi siapa – siapa yg terlibat di dalamnya pesan apa yg dipertukarkan. Komponen Analisis Transaksional (Rungapadiachy, 1999):
-Analisis Struktur
-Analisis Transaksi
-Analisis Permainan
-Analisis Naskah
B. Memulai Hubungan
Pembentukan kesan sangat penting untuk ada nya ketertarikan interpersonal ,ada tahap tahapan untuk menjalin hubungan interpersonal antara lain :
1. Pembentukan
Pembentukan apa sih? Tahap ini sering disebut juga dengan tahap perkenalan. Peneliti telah menemukan hal-hal menarik dari proses perkenalan.
Fase pertama,
“fase kontak yang permulaan”, ditandai oleh usaha kedua belah pihak untuk menangkap informasi dari reaksi kawannya. Masing-masing pihak berusaha menggali secepatnya identitas, sikap dan nilai pihak yang lain. Bila mereka merasa ada kesamaan, mulailah dilakukan proses mengungkapkan diri.
Menurut Charles R. Berger informasi pada tahap perkenalan dapat dikelompokkan pada tujuh kategori, yaitu:
a) informasi demografis
b) sikap danpendapat (tentang orang atau objek)
c) rencana yang akan datang
d) kepribadian
e) perilaku pada masa lalu
f) orang lain
g) hobi dan minat
2. Peneguhan Hubungan
Karena hubungan interpersonal tidak bersifat statis, selalu berubah, perubahan maka untuk memelihara dan memperteguh hubungan interpersonal, maka diperlukan adanya tindakan–tindakan tertentu untuk mengembalikannya adanya keseimbangan. Ada empat faktor penting dalam memelihara keseimbangan ini, yaitu:
a) keakraban
b) control
c) respon yang tepat dan
d) nada emosional yang tepat.
Apa sih itu keakraban? Keakraban merupakan pemenuhan kebutuhan akan kasih sayang. Hubungan interpersonal akan terperlihara apabila kedua belah pihak sepakat tentang tingkat keakraban yang diperlukan.
Faktor kedua adalah kesepakatan tentang siapa yang akan mengontrol siapa, dan bilamana. Jika dua orang
mempunyai pendapat yang berbeda sebelum mengambil kesimpulan, siapakah yang harus berbicara lebih banyak, siapa yang menentukan, dan siapakah yang dominan. Konflik terjadi umumnya bila masing-masing ingin berkuasa, atau tidak ada pihak yang mau mengalah.
Faktor ketiga adalah ketepatan respon. Dimana, respon A harus diikuti oleh respon yang sesuai dari B.
Contohnya : Pertanyaan harus disambut dengan jawaban, lelucon dengan tertawa. Respon ini bukan saja berkenaan dengan pesan - pesan verbal, tetapi juga pesan-pesan nonverbal.
Misalnya Jika pembicaraan yang serius dijawab dengan main-main, ungkapan wajah yang bersungguh-sungguh diterima dengan air muka yang menunjukkan sikap tidak percaya, maka hubungan interpersonal mengalami keretakan. Ini berarti kita sudah memberikan respon yang tidak tepat.
Faktor terakhir yang dapat memelihara hubungan interpersonaladalah adanya keserasian suasana emosi ketika komunikasi sedang berlangsung. Walaupun mungkin saja terjadi interaksi antara dua orang dengan suasana emosional yang berbeda, tetapi interaksi itu tidak akan stabil. Besar kemungkinan salah satu pihak akan mengakhiri interaksi atau mengubah suasana emosi.
C. Hubungan Peran
Model peran apa itu? Model peran dalam hubungan interpersonal di sini di anggap sebagai panggung sandiwara .di sini semua orang di minta buat memainkan perannya sesuai dengan naskah yang sudah di buat oleh masyarakat .
Contohnya : Anak sekolah menjalankan perannya sebagai pelajar yang perannya adalah belajar
Ibu yang perannya mengurus keluarga
Hubungan interpersonal berjalan baik apabila seseorang itu menjalannkan perannya dengan baik sesuai dengan peran yang di jalankan.
D. Intimasi dan Hubungan Pribadi
Apa itu intimacy? Menurut Steinberg (1993) berpendapat bahwa suatu hubungan intim adalah sebuah ikatan emosional antara dua individu yang didasari oleh kesejahteraan satu sama lain, keinginan untuk memperlihatkan pribadi masing-masing yang terkadang lebih bersifat sensitif serta saling berbagi kegemaran dan aktivitas yang sama.
Sullivan (Prager, 1995) mendefinisikan intimasi sebagai bentuk tingkah laku penyesuaian seseorang untuk mengekspresikan akan kebutuhannya terhadap orang lain. Intimasi juga adalah salah satu atribut yang paling menonjol dalam suatu hubungan intim daripada hubungan pribadi yang lain. Keintiman (intimacy) sangat berkaitan dengan derajat kecintaan, kepercayaan, kepuasan, tanggung jawab dan pengertian pasangan dalam hubungan yang dekat (intim).
Keintiman juga memberikan sumbangan besar dalam memenuhi kebutuhan individu dan keintiman itu pun memberikan efek positif pada kebaikan pasangan dalam suatu hubungan pertemanan (Prager & Buhrmester) untuk mejalin hubungan pribadi diperlukan adanya intimacy. Cinta interpersonal membutuhkan tiga hal: Intimacy, Passion, dan Commitment. Perasaan dekat dan nyaman muncul dari kualitas kebersamaan yang bagus. Keberasamaan yang menciptakan Intimacy dan kenyamanan ini adalah sebuah wujud awal dari cinta yang sering disebut sebagai persahabatan atau pertemanan (Liking/Friendship).
Proses pendekatan itu proses dimana kebersamaan yang menciptakan Intimacy dan kenyamanan yang merupakan wujud awal cinta. Jika Intimacy, Passion, dan Commitment terpenuhi, maka sebuah hubungan akan menjadi sempurna karena dliliputi oleh cinta yang menyeluruh (Consummate Love). Namun, keadaan yang penuh cinta yang menyeluruh ini bisa berlangsung selamanya dan bisa juga tidak. Kenapa? Semua bergantung pada proses memelihara tiga hal tersebut yang dipenuhi berbagai rasa, mulai dari sedih, gembira, puas, kecewa, rindu bahkan bosan.
Ketika Intimacy yang hilang, maka yang terjadi adalah cinta absurd (Fatuous Love).
Apa itu fatuos love /cinta absurd? Cinta absurd adalah cinta yang bersandar pada Passion dan Commitment,
seperti mempertahankan pernikahan atau berpacaran karena teman, orangtua, usia, dan motivasi dari luar lainnya. Hanya saja, ada motivasi pada ketertarikan pribadi dan fisik, dan Comitment yang tidak bertujuan menjaga hubungan, tapi lebih bertujuan mengejar materi atau kekuasaan. Cinta ini menjadi absurd karena hal yang paling awal tidak ada lagi. Hilangnya Intimacy terjadi, juga karena respon yang tidak tepat terhadap rasa yang menyertai sebuah hubungan, seperti sedih, gembira, puas, kecewa, rindu bahkan bosan.
E. Intimasi Dan Pertumbuhan
Apapun alasan untuk berpacaran, untuk bertumbuh dalam keintiman, yang terutama adalah cinta. Keintiman tidak akan bertumbuh jika tidak ada cinta . Keintiman berarti proses menyatakan siapa kita sesungguhnya kepada orang lain. Keintiman adalah kebebasan menjadi diri sendiri. Keintiman berarti proses membuka topeng kita kepada pasangan kita. Bagaikan menguliti lapisan demi lapisan bawang, kita pun menunjukkan lapisan demi lapisan kehidupan kita secara utuh kepada pasangan kita.
Keinginan setiap pasangan adalah menjadi intim. Kita ingin diterima, dihargai, dihormati, dianggap berharga oleh pasangan kita. Kita menginginkan hubungan kita menjadi tempat ternyaman bagi kita ketika kita berbeban. Tempat dimana belas kasihan dan dukungan ada didalamnya. Namun, respon alami kita adalah penolakan untuk bisa terbuka terhadap pasangan kita. Hal ini dapat disebabkan karena :
(1) kita tidak mengenal dan tidak menerima siapa diri kita secara utuh.
(2) kita tidak menyadari bahwa hubungan pacaran adalah persiapan memasuki pernikahan.
(3) kita tidak percaya pasangan kita sebagai orang yang dapat dipercaya untuk memegang rahasia.
(4) kita dibentuk menjadi orang yang berkepribadian tertutup.
(5) kita memulai pacaran bukan dengan cinta yang tulus .
2. CINTA DAN PERKAWINAN
A. Memilih Pasangan
Dalam suatu hubungan harus kita harus pinter untuk memilih pasangan,pasangan yang bisa menerima kita apa adanya dan bisa menutupi kekurangan yang ada dalam diri kita sehingga kita bisa melengkapi satu sama lain.Dalam memilih pasangan tidak harus mlihat kecantikan luarnya saja tetapi lebih baiknyaa melihat kecantikan dalam dirinya.
B. Hubungan dalam Perkawinan
Fase bulan madu. Fase ini merupakan periode ideal dalam pernikahan. Pasangan cenderung memiliki perasaan positif. Hubungan pun selalu romantis. Pasangan selalu membicarakan berbagai hal yang belum pernah mereka bahas sebelumnya. Pasangan menikah saling memahami dan menghargai pandangan masing-masing. Pada fase inilah pasangan merasakan jatuh cinta yang mendalam, sehingga sikap mereka pun cenderung lebih toleran, fleksibel, terhadap pasangannya. Pasangan menjadi prioritasnya. Sehingga anggapan bahwa cinta mengalahkan segalanya, berlaku pada fase ini. Kalau pun muncul konflik, pasangan menikah di tahapan bulan madu ini akan fokus menjadi solusi. Fase ini berlangsung antara enam bulan hingga dua tahun.
Fase penyesuaian. Fase ini paling menantang dalam hubungan pernikahan. Pasangan menikah tak lagi melihat dirinya masing-masing sebagai partner. Konflik dalam hubungan umumnya terjadi seputar masalah seks, intimasi, uang, rasa aman, dan masalah anak.
Psikolog Azin Nasseri mengatakan, “Tingginya angka perceraian lebih banyak berkaitan dengan cara pasangan menghadapi konflik. Kurangnya kemampuan dan pengetahuan mengenai cara membangun hubungan yang sehat. Termasuk cara memahami dinamika cinta yang alami terjadi.”
Kalau saja pasangan mampu dan berkomitmen mengatasi konflik yang membuat mereka merasa kesepian, juga memutuskan untuk mengatasi rasa takit, marah dan penolakan, mereka bisa melewati fase ini lebih baik. Pasangan pun akan memiliki komitmen baru dalam hubungan, dan memiliki apresiasi lebih tinggi juga cinta pada pasangannya.
Fase kekosongan. Fase ini menandai hari jadi pernikahan ke-20. Pasangan menikah secara perlahan melepas tanggung jawabnya mengasuh anak. Anak-anak mulai beranjak dewasa, bahkan mulai bisa hidup mandiri. Pada periode ini, pasangan menikah mulai memikirkan apa yang ingin dilakukan bersama menikmati kehidupan berikutnya.
C. Penyesuaian dan Pertumbuhan dalam Perkawinan
Fase penyesuaian. Fase ini paling menantang dalam hubungan pernikahan. Pasangan menikah tak lagi melihat dirinya masing-masing sebagai partner. Konflik dalam hubungan umumnya terjadi seputar masalah seks, intimasi, uang, rasa aman, dan masalah anak.
D. Perceraian dan Pernikahan Kembali
Perceraian adalah berakhirnya suatu pernikahan. Saat kedua pasangan tak ingin melanjutkan kehidupan pernikahannya, mereka bisa meminta pemerintah untuk dipisahkan. Selama perceraian, pasangan tersebut harus memutuskan bagaimana membagi harta mereka yang diperoleh selama pernikahan (seperti rumah, mobil, perabotan atau kontrak), dan bagaimana mereka menerima biaya dan kewajiban merawat anak-anak mereka. Banyak negara yang memiliki hukum dan aturan tentang perceraian, dan pasangan itu dapat diminta maju ke pengadilan.
E. Alternative Selain Pernikahan
Paradigma terhadap lajang cenderung memojokkan. pertanyaannya kapan menikah?? Ganteng-ganteng kok ga menikah? Apakah Melajang Sebuah Pilihan??
Ada banyak alasan untuk tetap melajang. Perkembangan jaman, perubahan gaya hidup, kesibukan pekerjaan yang menyita waktu, belum bertemu dengan pujaan hati yang cocok, biaya hidup yang tinggi, perceraian yang kian marak, dan berbagai alasan lainnya membuat seorang memilih untuk tetap hidup melajang. Batasan usia untuk menikah kini semakin bergeser, apalagi tingkat pendidikan dan kesibukan meniti karir juga ikut berperan dalam memperpanjang batasan usia seorang untuk menikah. Keputusan untuk melajang bukan lagi terpaksa, tetapi merupakan sebuah pilihan. Itulah sebabnya, banyak pria dan perempuan yang memilih untuk tetap hidup melajang.
Persepsi masyarakat terhadap orang yang melajang, seiring dengan perkembangan jaman, juga berubah. Seringkali kita melihat seorang yang masih hidup melajang, mempunyai wajah dan penampilan di atas rata-rata dan supel. Baik pelajang pria maupun wanita, mereka pun pandai bergaul, memiliki posisi pekerjaan yang cukup menjanjikan, tingkat pendidikan yang baik.
Alasan yang paling sering dikemukakan oleh seorang single adalah tidak ingin kebebasannya dikekang. Apalagi jika mereka telah sekian lama menikmati kebebasan bagaikan burung yang terbang bebas di angkasa. Jika hendak pergi, tidak perlu meminta ijin dan menganggap pernikahan akan membelenggu kebebasan. Belum lagi jika mendapatkan pasangan yang sangat posesif dan cemburu.
Banyak perusahaan lebih memilih karyawan yang masih berstatus lajang untuk mengisi posisi tertentu. Pertimbangannya, para pelajang lebih dapat berkonsentrasi terhadap pekerjaan. Hal ini juga menjadi alasan seorang tetap hidup melajang.
Banyak pria menempatkan pernikahan pada prioritas kesekian, sedangkan karir lebih mendapat prioritas utama. Dengan hidup melayang, mereka bisa lebih konsentrasi dan fokus pada pekerjaan, sehingga promosi dan kenaikan jabatan lebih mudah diperoleh. Biasanya, pelajang lebih bersedia untuk bekerja lembur dan tugas ke luar kota dalam jangka waktu yang lama, dibandingkan karyawan yang telah menikah.
Kemapanan dan kondisi ekonomi pun menjadi alasan tetap melajang. Pria sering kali merasa kurang percaya diri jika belum memiliki kendaraan atau rumah pribadi. Sementara, perempuan lajang merasa senang jika sebelum menikah bisa hidup mandiri dan memiliki karir bagus. Mereka bangga memiliki sesuatu yang dihasilkan dari hasil keringat sendiri. Selain itu, ada kepuasaan tersendiri. Banyak yang mengatakan seorang masih melajang karena terlalu banyak memilih atau ingin mendapat pasangan yang sempurna sehingga sulit mendapatkan jodoh. Pernikahan adalah untuk seumur hidup. Rasanya tidak mungkin menghabiskan masa hidup kita dengan seorang yang tidak kita cintai. Lebih baik terlambat menikah daripada menikah akhirnya berakhir dengan perceraian.
Lajang pun lebih mempunyai waktu untuk dirinya sendiri, berpenampilan lebih baik, dan dapat melakukan kegiatan hobi tanpa ada keberatan dari pasangan. Mereka bebas untuk melakukan acara berwisata ke tempat yang disukai dengan sesama pelajang. Pelajang biasanya terlihat lebih muda dari usia sebenarnya jika dibandingkan dengan teman-teman yang berusia sama dengannya, tetapi telah menikah. Ketika diundang ke pernikahan kerabat, pelajang biasanya menghindarinya. Kalaupun datang, mereka berusaha untuk berkumpul dengan para sepupu yang masih melajang dan sesama pelajang. Hal ini untuk menghindari pertanyaan singkat dan sederhana dari kerabat yang seusia dengan orangtua mereka. Kapan menikah? Kapan menyusul? Sudah ada calon? Pertanyaan tersebut, sekalipun sederhana, tetapi sulit untuk dijawab oleh pelajang.
Seringkali, pelajang juga menjadi sasaran keluarga untuk dicarikan jodoh, terutama bila saudara sepupu yang seumuran telah menikah atau adik sudah mempunyai pacar. Sementara orangtua menginginkan agar adik tidak melangkahi kakak, agar kakak tidak berat jodoh.
Tidak dapat dipungkuri, sebenarnya lajang juga mempunyai keinginan untuk menikah, memiliki pasangan untuk berbagi dalam suka dan duka. Apalagi melihat teman yang seumuran yang telah memiliki sepasang anak yang lucu dan menggemaskan. Bisa jadi, mereka belum menemukan pasangan atau jodoh yang cocok di hati. Itulah alasan mereka untuk tetap menjalani hidup sebagai lajang.
Melajang adalah sebuah sebuah pilihan dan bukan terpaksa, selama pelajang menikmati hidupnya. Pelajang akan mengakhiri masa lajangnya dengan senang hati jika telah menemukan seorang yang telah cocok di hati.
Kehidupan melajang bukanlah sebuah hal yang perlu ditakuti. Bukan pula sebuah pemberontakan terhadap sebuah ikatan pernikahan. Hanya, mereka belum ketemu jodoh yang cocok untuk berbagi dalam suka dan duka serta menghabiskan waktu bersama di hari tua.
Arus modernisasi dan gender membuat para perempuan Indonesia dapat menempati posisi yang setara bahkan melebihi pria. Bahkan sekarang banyak perempuan yang mempunyai penghasilan lebih besar dari pria. Ditambah dengan konsep pilihan melajang, terutama kota-kota besar, mendorong perempuan Indonesia untuk hidup sendiri.
Sumber:
http://reginamintalangi.blogspot.com/2013_06_01_archive.html
http://dwpujia.blogspot.com/2013_06_01_archive.html
NAMA: Fieky Fansuri
KELAS: 2PA11
NPM: 12512927
Minggu, 27 April 2014
Penyesuaian Diri dan Pertumbuhan serta Stress
1. Penyesuaian Diri & Pertumbuhan
A. Penyesuaian Diri
Pengertian penyesuaian diri adalah proses yang diharapi oleh individu dalam mengenal lingkungan yang baru. Menurut Schneider (dalam Partosuwido, 1993) penyesuaian diri merupakan kemampuan untuk mengatasi tekanan kebutuhan, frustasi dan kemampuan untuk mengembangkan mekanisme psikologis yang tepat. Menurut Callhoun dan Acocella (dalam Sobur, 2003), penyesuaian dapat didefinisikan sebagai interaksi individu yang kontinu dengan diri individu sendiri, dengan orang lain. dan dengan dunia individu. Menurut pandangan ahli diatas, ketiga faktor tersebut secara konstan mempengaruhi individu dan hubungan tersebut bersifat timbal balikmengingat individu secara konstan juga mempengaruhi kedua faktor lain.
Menurut Schneider (1964), pengertian penyesuaian diri dapat ditinjau dari tiga sudut pandang, yaitu:
1) Penyesuaian sebagai adaptasi : menurut pandangan ini, penyesuaian diri cenderung diartikan sebagai usaha memperthankan diri secara fisik, bukan penyesuaian dalam arti psikologis, sehingga ada kompleksitas kepribadian individu dengan lingkungan yang terabaikan.
2) Penyesuaian diri sebagai bentuk konformitas : penyesuaian diri diartikan sama dengan penyesuaian yang mencakup konformitas terhadap suatu norma. Pengertian ini menyiratkan bahwa individu seakan-akan mendapat tekanan kuat untuk harus selalu mampu menghindarkan diri dari penyimpangan perilaku, baik secara moral, sosial maupun emosional. Menurut sudut pandang ini, individu selalu diarahkan kepada tuntutan konformitas dan diri individu akan terancam tertolak jika perilaku individu tidak sesuai dengan norma yang berlaku.
B. Pertumbuhan Personal
Pertumbuhan personal adalah perubahan secara fisiologis sebagai hasil dari proses-proses pematangan fungsi-fungsi fisik yang berlangsung secara normal yang sehat pada waktu yang normal. Prof. Gessel mengatakan bahwa pertumbuhan pribadi manusia berlangsung secara terus menerus.
a. Penekanan pertumbuhan/penyesuaian diri dan pertumbuhan
Pertumbuhan berkaitan dengan perubahan kuantitatif yang menyangkut peningkatan ukuran dan struktur biologis. Secara umum konsep perkembangan dikemukakan oleh Werner (1957) bahwa perkembangan berjalan dengan prinsip orthogenetis, perkembangan berlangsung dari keadaan global dan kurang berdiferensiasi sampai keadaan dimana diferensiasi, artikulasi, dan integarasi meningkat secara bertahap. Proses diferensiasi diartikan sebagai prinsip totalitas pada diri anak. Dari penghayatan totalitas itu lambat laun bagian-bagiannya akan menjadi semakin nyata dan bertambah jelas dalam kerangka keseluruhan.
b. Variasi dalam Petumbuhan
Tidak selamanya individu berhasil dalam melakukan penyesuaian diri, karena kadang-kadang ada rintangan-rintangan tertentu yang menyebabkan tidak berhasil melakukan penyesuaian diri. Rintangan-rintangan itu mungkin terdapat dalam dirinya atau mungkin diluar dirinya.
c. Kondisi-kondisi untuk bertumbuh
Kondisi jasmaniah seperti pembawa dan struktur atau konstitusi fisik dan temperamen sebagai disposisi yang diwariskan, aspek perkembangannya secara intrinsik berkaitan erat dengan susunan atau konstitusi tubuh. Shekdon mengemukakan bahwa terdapat kolerasi yang tinggi antara tipe-tipe bentuk tubuh dan tipe-tipe tempramen (Surya< 1977). Misalnya orang yang tergolong ekstomorf yatiu ototnya lemah, tubuhnya rapuh, ditandai dengan sifat-sifat menahan diri, segan dalam aktifitas sosial, dan pemilu. Karena struktur jasmaniah merupakan kondisi primer bagi tingkah laku maka dapat diperkirakan bahwa sistem syaraf, kelenjar, dan otot merupakan faktor yang penting bagi proses penyesuaian diri. Beberapa penelitian menunjukan bahwa gangguan dalam sistem syaraf, kelenjar, dan otot dapat menimbulkan gejala-gejala gangguan mental, dtingkah laku, dan kepribadian. Dengan demikian, kondisi sistem tubuh yang baik merupakan syaraf bagi tercapainya proses penyesuaian yang baik.
d. Fenomenolgi Pertumbuhan
Fenomenologi memandang manusia hidup dalam "dunia kehidupan" yang dipersepsi dan diinterpretasi secara subyektif. Setiap orang mengalami dunia dengan caranya sendiri. "Alam pengalaman setia orang berbeda dari alam pengalaman orang lain." (Brouwer, 1983:14). Fenomenologi banyak mempengaruhi tulisan-tulisan Carl Rogers, yang boleh disebut sebagai Bapak Psikologi Humanistik. Carl Rogers menggarisbesarkan pandangan Humanisme sebagai berikut (kita pinjam dengan sedikit perubahan dari Coleman dan Hammen, 1974:33)
2. Stress
A. Arti Penting Stress
J.P. Chaplin dalam Kamus Lengkap Psikologi mendefinisikan stress sebagai suatu keadaan tertekan, baik secara fisik maupun psikologis. Begitu juga dengan Atkinson (1983), stress terjadi ketika orang dihadapkan dengan peristiwa yang mereka rasakan sebagai ancaman bagi kesehatan fisik maupun psikolgisnya. Keadaan sosial, lingkungan dan fisikal yang menyebabkan stress dinamakan stressor. Sementara reaksi orang terhadap peristiwa tersebut dinamakan respon stress atau stress.
Manurut Lazarus 1999, stress adalah rasa cemas atau terancam yang timbul ketika kita menginterpretasikan atau menilai suatu situasi sebagai melampaui kemampuan psikologis kita untuk bisa menanganinya secara memadai.
B. Tipe-Tipe Stress Psikologis
a. Tekanan
Tekanan merupakan suatu beban yang dirasakan oleh sesorang. Tekanan yang timbul dari tuntutan kehidupan sehari-hari dapat berasal dari dalam individu itu sendiri, misalnya apa yang kita inginkan atau harapan ternyata tidak sesuai dengan hasilnya. Tekanan yang berasal dari luar diri individu, misalnya paksaan dari orang tua saat menentukan jurusan dalam kuliah.
b. Frustasi
Frustasi dapat muncul akibat adanya suatu kegagalan ketika seseorang ingin mencapai suatu hal taua tujuan yang diinginkannya. Contoh : si Budi ingin masuk salah satu perguruan tinggi negeri namun ia gagal dan mengakibatkan frustasi.
c. Konflik
Konflik dapat terjadi apabila seorang individu harus memilih antara dua tujuan atau dua tindakan yang tidak sejalan. Konflik dibedakan berdasar nilai dari masing-masing pilihan, jika pilihannya memiliki tujuan yang positif bagi individu, maka dinamakan sebagai approach tendency. Sedangkan jika piliannya memiliki tujuan negatif dinamakan avoidance tendency.
d. Kecemasan
Kecemasan adalah emosi tidak menyenangkan yang ditandai oleh perasaan seperti khawatir, prihatin, tegang, dan takut yang dialami oleh semua orang teteapi dengan kadar dan tingkatan yang berbeda-beda.
C. Symptom-Reducing Responses terhadap Stress
Macam-macam penyesuaian diri terhadap stress, ada dua yaitu: memodifikasi
a. Penyesuaian yang bersifat mengurangi atau memperlemah symptom stress
b. Penyesuaian yang sifatnya berusaha atau membantu mengatasi secara lebih terarah sumber stress yang ada, disebut dengan penyesuaian efektif.
Penyesuaian yang bersifat mengurangi symptom stress
ada dua, yaitu :
a. Yang bersifat tak disadari : seringkali dilakukan adalah defense mechanisme (mekanisme pertahanan diri atau ego).
b. Yang bersifat disadari :membicarakannya dengan orang lain, melakukan pekerjaan lain yang mengurangi symptom stress.
D. Pendekatan "Problem Solving" terhadap Stress
Merupakan jenis penyesuaian terhadap stress yang bersifat disadair, berupaya menghilangkan sumber stress, tidak tergesa-gesa dan lebih terarah serta ada strategi tertentu, sehingga lebih efektif. Jenisnya:
a. memodifikasi diri agar lebih toleran terhadap stress.
b. memodifikasi situasi yang menimbulkan stress
Rabu, 02 April 2014
Kesehatan Mental
Kepribadian Sosial :
a) Aliran Psikoanalistik
Sigmund Freud (1856-1939) merupakan pendiri psikoanalisis. Menurut Freud, pikiran-pikiran yang direpres atau ditekan, merupakan sumber perilaku yang tidak normal/menyimpang. Pandangan Freud secara lengkap adalah sebagai berikut :
• Kesadaran dan ketidaksadaran : berpendapat bahwa kehidupan psikis terdiri dari kesadaran (the conscious) dan ketidaksadaran (the unconscious). Kesadaran dapat diibaratkan sebagai permukaan gunung es yang nampak. Jadi kesadaran itu merupakan bagian kecil dari gunung es dibawah permukaan air mengandung insting-insting yang mendorong perilaku manusia. Menurut Freud, ada bagian lain yang disebut prasadar(preconscious). Dalam preconscious, stimulus-stimulus belum direpres, sehingga dapat dengan mudah ditimbulkan kembali dalam kesadaran.
• Selanjutnya Freud mempunyai pandangan bahwa kepribadian terdiri dari Id, Ego, dan Superego. Id merupakan bagian primitif dari kepribadian Id mengandung insting seksual dan insting agresif. Id membutuhkan stratisfacation dengan segera tanpa memperhatikan realitas yang ada., sehingga oleh Freud disebut prinsip kenikmatan (pleasure principle). Ego menyesuaikan diri dengan realitas. Sedangkan Superego merupakan prinsip moral (morality principle) , yaitu mengontrol perilaku dari segi moral.
b) Aliran Behavioristik
Behaviorisme adalah sebuah aliran dalam psikologiyang didirikan oleh John B. Watson pada tahun 1913 yang berpendapat bahwa perilaku harus merupakan unsur subjek tunggal psikologi. Behaviorisme merupakan aliran revolisioner, kuat dan berpengaruh, serta memiliki akar sejarah yang cukup dalam. Behaviorisme lahir sebagai reaksi terhadap introspeksionisme(yang menganalisis jiwa manusia berdasarkan laporan-laporan subjektif) dan juga psikoanalisis (yang berbicara tentang alam bawah sadar yang tidak tampak).
c) Aliran Humanistik
Abraham Maslow (1908-1970) dapat dipandang sebagai bapak dari psikologi humanistik. Psikologi humanistik mulai di Amerika Serikat pada tahun 1950 dan terus berkembang. Tokoh-tokoh psikologi humanistik memandang behaviorisme mendehumanisasi manusia. Psikologi humanisitk mengarahkan perhatiannya pada humanisasi psikologi yang menekankan keunikan manusia.
d) Pendapat Allport
Kepribadian manusia menurut Allport adalah organisasi yang dinamis dari sistem psikofisik dalam individu yang turut menentukan cara-caranya yang unik atau khas dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
Dalam teori Allport juga memandang bahwa kesehatan psikologis adalah melihat kedepan , tidak melihat kebelakang. Dapat dikatakan bahwa seluruh teori yang dikemukakan oleh Allport ini sangat bertentangan dengan teori-teori yang dikemukakan oleh Freud.
e) Pendapat Rogers
Memahami dan menjelaskan teori kepribadian sehat menurut Rogers, yang meliputi :
• Perkembangan kepribadian/self menurut Rogers, pribadi yang sehat muncul aktualisasi diri seseorang dalam kehidupannya. Pengalaman-pengalaman yang telah memotivasi diri untuk menjadi pribadi yang lebih sehat dari sebelumnya.
• Peranan positive regard dalam pembentukan kepribadian individu. Kebutuhan tersebut disebut “need for positive regard”. Kebutuhan tersebut terbagi menjadi dua, yaitu :
-conditional positive regard (bersyarat)
-unconditional positive regard (tak bersyarat)
f) Pendapat Maslow
Maslow dalam karya masyhurnya, Motivation and Personality, memaparkan terlebih dahulu sejumlah proposisi yang harus diperhatikan sebelum seseorang menyusun sebuah teori motivasi yang sehat. Maslow pertama-tama menekankan bahwa individu merupakan kesatuan yang terpadu dan terorganisasi. Penyataan ini hampir menjadi aksioma yang diterima oleh semua orang, yang kemudian sering dilupakandan diabaikan, tatkala seseorang melakukan penelitian.
g) Pendapat Fromm
Teori ericfromm adalah teori yang menggunakan pendekatan sosial psikologis, dimana pemusatan perhatiannya pada penguraian cara-cara dimana struktur dan dinamika-dinamika masyarakat tertentu membentuk para anggotanya sehingga karakter para anggota tersebut sesuai dengan nilai yang ada pada masyarakat. Kebutuhan dasar manusia menurut ericfromm :
• Kebutuhan akan keberhubungan kebutuhan ini adalah secara spesifik aktif dan produktif mencintai orang lain.
• Kebutuhan akan trandensi mengungguli alam menjadi makhluk yang kreatif.
• Kebutuhan akan kemantapan ingin memiliki rasa bersahaja pada dunia dan orang lain supaya dapat berapadtasi didunia.
• Kebutuhan akan identitas berusaha untuk memiliki rasa identitas personal dan keunikan guna menciptakan rasa yang terlepas dari dunia.
• Kebutuhan akan kerangka orientasi untuk menciptakan rasa yang terlepas dari dunia.
Sumber :
Basuki Heru A.M (2008).Psikologi Umum. Jakarta: Universitas Gunadarma.
Psikologi (2010). Jurnal Online Kajian Psikologi. from http://psikologi.or.id/psikologi-umum-pengantar/aliran-behaviorisme.htm. 12 april 2013
http://www.psychologymania.com/2010/03/gordon-allport-tokoh-psikologi.html
Jumat, 03 Januari 2014
Internet Sebagai Media Komunikasi Interpersonal
Pada kali ini saya akan menjelaskan kajian tentang Internet sebagai Media Komunikasi Interpersonal
Internet
Menurut pakar internet Onno. W. Purbo, "Internet dengan berbagai aplikasinya seperti Web, Volp, E-Mail pada dasarnya merupakan media yang digunakan untuk mengefesiensikan proses komunikasi" (Prihatna, 2005, p7).
Sedangkan menurut tim penelitian dan pengembangan wahana komputer (2005, p4), Internet adalah metode untuk menghubungkan berbagai komputer ke dalam satu jaringan global, melalui protokol yang disebut Transmission Control Protocol / Internet Protocol (TCP/IP).
Berdasarkan kedua pendapat diatas, maka dapat disimpulkan bahwa Internet adalah suatu jaringan komunikasi antara komputer yang besar, yang mencakup seluruh dunia dan berbasis pada sebuah protokol yang disebut TCP/IP (Transmission Control Protocol / Internet Protocol). Selain itu internet dapat disebut sebagai sumber daya informasi yang dapat digunakan oleh seluruh dunia dalam mencari informasi.
Komunikasi
Pengertian komunikasi secara umum (Uchjana,1992:3) dapat dilihat dari dua aspek, yaitu :
1.) Pengertian komunikasi secara etimologis
Komunikasi berasal dari bahasa latin communication, dan bersumber juga dari kata communis yang artinya sama, dalam arti kata makna. Jadi komunikasi berlangsung apabila antara orang-orang yang terlibat terdapat kesamaan makna mengenai suatu hal yang dikomunikasikan.
2.) Pengertian komunikasi secara terminologis
Komunikasi yang berarti penyampaian suatu pernyataan oleh seseorang kepada orang lain.
Komunikasi menurut beberapa ahli diantaranya adalah menurut Everett Rogers dalam Hafied Cangara (1998:20). Komunikasi didefinisikan sebagai "proses dimana suatu ide dialihkan dari sumber kepada satu penerima atau lebih, dengan maksud untuk merubah tingkah laku mereka". Sedangkan menurut Ami Muhammad (2005:5). komunikasi didefinisikan sebagai "Pertukaran pesan verbal atau non verbal antara si pengirim dengan si penerima pesan untuk mengubah tingkah laku".
Dapat disimpulkan bahwa komunikasi sebagai suatu proses pengiriman dan penyampaian pesan, baik berupa verbal maupun non verbal oleh seseorang kepada orang lain untuk mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik langsung secara lisan, maupun tidak langsung melalui media. Komunikasi yang baik harus disertai dengan adanya jalinan pengertian antara kedua belah pihak (pengiriman dan penerima), sehingga yang dikomunikasikan dapat dimengerti dan dilaksanakan.
Komunikasi Interpersonal
Secara kontektual, komunikasi interpersonal digambarkan sebagai suatu komunikasi antara dua individu atau sedikit individu, yang mana saling berinteraksi, saling memberikan umpan balik satu sama lain. Namun, memberikan definisi kontekstual saja tidak cukup untuk menggambarkan komunikasi interpersonal, karena setiap interaksi satu individu dengan individu lain berbeda-beda.
Ami Muhammad (2005:159) menyatakan bahwa "komunikasi interpersonal adalah proses pertukaran informasi diantara seseorang dengan paling kurang seorang lainnya atau biasa diantara dua orang yang dapat langsung diketahui balikannya".
Mulyana (2000:73) menyatakan bahwa "komunikasi interpersonal ini adalah komunikasi yang hanya dua orang, seperti suami isteri, dua sejawat, dua sahabat dekat, guru-murid dan sebagainya.
Dapat disimpulkan bahwa komunikasi interpersonal merupakan proses penyampaian informasi, pikiran dan sikap tertentu antara dua orang atau lebih yang terjadi pergantian pesan baik sebagai komunikan maupun komunikator dengan tujuan untuk mencapai saling pengertian, mengenai masalah yang akan dibicarakan yang akhirnya diharapkan terjadi perubahan periaku.
Kesimpulan
Pengguna internet yang saat ini sudah berkembang pesat akibat adanya pengaruh besar terhadap budaya penggunaan internet dikalangan masyarakat. Internet lebih mudah diakses dibandingkan dengan hanya membuka buku dan membaca buku untuk mencari informasi yang lebih detail dan akurat.
Internet juga dapat dijadikan sebagai media bersosialisasi didunia maya, yang tadinya antara satu orang dengan yang lainnya melakukan komunikasi secara langsung, sekarang bisa dilakukan secara tidak langsung melalui webcam, videocall, skype, dll.
Saran
Pergunakanlah Internet sebagai media sosialisasi yang baik antara keluarga, teman-teman kampus, sekolah, main, maupun rekan kerja/bisnis. Jangan disalahgunakan penggunannya, karena dapat berdampak buruk bagi kita.
Sumber :
http://thesis.binus.ac.id/Asli/Bab2/2007-2-00411-MNSI_Bab%202.pdf
http://eprints.uny.ac.id/8975/3/bab%202%20-08402244041.pdf
Internet
Menurut pakar internet Onno. W. Purbo, "Internet dengan berbagai aplikasinya seperti Web, Volp, E-Mail pada dasarnya merupakan media yang digunakan untuk mengefesiensikan proses komunikasi" (Prihatna, 2005, p7).
Sedangkan menurut tim penelitian dan pengembangan wahana komputer (2005, p4), Internet adalah metode untuk menghubungkan berbagai komputer ke dalam satu jaringan global, melalui protokol yang disebut Transmission Control Protocol / Internet Protocol (TCP/IP).
Berdasarkan kedua pendapat diatas, maka dapat disimpulkan bahwa Internet adalah suatu jaringan komunikasi antara komputer yang besar, yang mencakup seluruh dunia dan berbasis pada sebuah protokol yang disebut TCP/IP (Transmission Control Protocol / Internet Protocol). Selain itu internet dapat disebut sebagai sumber daya informasi yang dapat digunakan oleh seluruh dunia dalam mencari informasi.
Komunikasi
Pengertian komunikasi secara umum (Uchjana,1992:3) dapat dilihat dari dua aspek, yaitu :
1.) Pengertian komunikasi secara etimologis
Komunikasi berasal dari bahasa latin communication, dan bersumber juga dari kata communis yang artinya sama, dalam arti kata makna. Jadi komunikasi berlangsung apabila antara orang-orang yang terlibat terdapat kesamaan makna mengenai suatu hal yang dikomunikasikan.
2.) Pengertian komunikasi secara terminologis
Komunikasi yang berarti penyampaian suatu pernyataan oleh seseorang kepada orang lain.
Komunikasi menurut beberapa ahli diantaranya adalah menurut Everett Rogers dalam Hafied Cangara (1998:20). Komunikasi didefinisikan sebagai "proses dimana suatu ide dialihkan dari sumber kepada satu penerima atau lebih, dengan maksud untuk merubah tingkah laku mereka". Sedangkan menurut Ami Muhammad (2005:5). komunikasi didefinisikan sebagai "Pertukaran pesan verbal atau non verbal antara si pengirim dengan si penerima pesan untuk mengubah tingkah laku".
Dapat disimpulkan bahwa komunikasi sebagai suatu proses pengiriman dan penyampaian pesan, baik berupa verbal maupun non verbal oleh seseorang kepada orang lain untuk mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik langsung secara lisan, maupun tidak langsung melalui media. Komunikasi yang baik harus disertai dengan adanya jalinan pengertian antara kedua belah pihak (pengiriman dan penerima), sehingga yang dikomunikasikan dapat dimengerti dan dilaksanakan.
Komunikasi Interpersonal
Secara kontektual, komunikasi interpersonal digambarkan sebagai suatu komunikasi antara dua individu atau sedikit individu, yang mana saling berinteraksi, saling memberikan umpan balik satu sama lain. Namun, memberikan definisi kontekstual saja tidak cukup untuk menggambarkan komunikasi interpersonal, karena setiap interaksi satu individu dengan individu lain berbeda-beda.
Ami Muhammad (2005:159) menyatakan bahwa "komunikasi interpersonal adalah proses pertukaran informasi diantara seseorang dengan paling kurang seorang lainnya atau biasa diantara dua orang yang dapat langsung diketahui balikannya".
Mulyana (2000:73) menyatakan bahwa "komunikasi interpersonal ini adalah komunikasi yang hanya dua orang, seperti suami isteri, dua sejawat, dua sahabat dekat, guru-murid dan sebagainya.
Dapat disimpulkan bahwa komunikasi interpersonal merupakan proses penyampaian informasi, pikiran dan sikap tertentu antara dua orang atau lebih yang terjadi pergantian pesan baik sebagai komunikan maupun komunikator dengan tujuan untuk mencapai saling pengertian, mengenai masalah yang akan dibicarakan yang akhirnya diharapkan terjadi perubahan periaku.
Kesimpulan
Pengguna internet yang saat ini sudah berkembang pesat akibat adanya pengaruh besar terhadap budaya penggunaan internet dikalangan masyarakat. Internet lebih mudah diakses dibandingkan dengan hanya membuka buku dan membaca buku untuk mencari informasi yang lebih detail dan akurat.
Internet juga dapat dijadikan sebagai media bersosialisasi didunia maya, yang tadinya antara satu orang dengan yang lainnya melakukan komunikasi secara langsung, sekarang bisa dilakukan secara tidak langsung melalui webcam, videocall, skype, dll.
Saran
Pergunakanlah Internet sebagai media sosialisasi yang baik antara keluarga, teman-teman kampus, sekolah, main, maupun rekan kerja/bisnis. Jangan disalahgunakan penggunannya, karena dapat berdampak buruk bagi kita.
Sumber :
http://thesis.binus.ac.id/Asli/Bab2/2007-2-00411-MNSI_Bab%202.pdf
http://eprints.uny.ac.id/8975/3/bab%202%20-08402244041.pdf
Jumat, 25 Oktober 2013
Analisa Mengenai Tes Psikotes di Internet
I. Pendahuluan
Di zaman yang sudah sangat amat canggih ini banyak khalayak yang lebih memanfaatkan teknologi komputer dan internet untuk melakukan tes-tes seperti psikotes. Banyak sekali psikotes yang sudah mulai dijadikan syarat untuk menentukan kemampuan seseorang pada suatu bidang tertentu. Karena pentingnya psikotes ini, banyak tata cara dan sarana latihan untuk menjawab dan mengetahui apa itu psikotes. Salah satunya adalah Psikotes Online atau Psikotes di Internet.
Psikotes di Internet pada umumnya adalah kumpulan latihan-latihan secara online yang harus diselesaikan dengan waktu yang terbatas dengan menggunakan metode-metode skor yang akan muncul setelah kita mengerjakannya, guna untuk menghadapi tes psikologi. Dari hasil tes terebut, kita dapat mengetahui dan menentukkan dimana bakat serta kemampuan kita berada. Biasanya tes psikotes diberikan pada saat kita akan menghadapi tes masuk pekerjaan, ataupun tes masuk sekolah/perguruan tinggi.
II. Teori
Pada sub bab ini kita harus mengathui terlebih dahulu apa itu psikotes. Psikotes adalah tes untuk mengukur aspek individu secara psikis. Tes dapat berbentuk tertulis, visual, atau evaluasi secara verbal yang teradministrasi untuk mengukur fungsi kognitif dan emosional. Tes ini dapat diaplikasikan kepada anak-anak maupun orang dewasa.
Tujuan tes psikologi digunakan untuk mengukur berbagai kemungkinan atas bermacam kemampuan secara mental dan apa-apa saja hal yang mendukungnya, termasuk prestasi dan kemampuan, kepribadian, intelegensi, atau bahkan fungsi neurologisnya.
Aplikasi Tes Psikologi dapat dilakukan pada berbagai macam setting, termasuk rekruitmen dalam perusahaan, mengetahui minat dan bakat anak. minat bakat siswa, minat bakat calon mahasiswa dalam mengambil suatu jurusan, tujuan klinis, perkembangan anak atau kustomisasi design dan modul dalam pelatihan atau training.
Psikotes berdasarkan metode tesnya dapat dibedakan menjadi tiga yaitu :
Psikotes menggunakan media grafis atau gambar
Dalam psikotes jenis ini, gambar yang dibuat oleh sesorang digunakan untuk menilai kemampuan, karakter dan kepribadiannya. Termasuk psikotes grafis atau gambar adalah Tes Wartegg
Tes DAP (Draw A Person)
Tes Baum Tree
Tes HTP (House Tree Person)
Psikotes Menggunakan Kuisioner
Dalam psikotes jenis ini jawaban-jawaban seseorang terhadap sejumlah soal yang diberikan kepadanya digunakan untuk menilai kemampuan, karakter dan kepribadiannya. Termasuk psikotes kuisioner adalah Tes Army Alpha, Tes Efektifitas Diri, Tes Enneagram, Tes EPPS, Tes MBTI, Tes Ketelitian, Tes Kode dan Ingatan, Tes TPA (Kuantitatif, Verbal< Logika, dan Spasial), Tes MAPP, Tes Motivasi Kepemimpinan. Tes Motivasi, Tes Koran Pauli, Tes Skala Kematangan (TSK), Tes Kerjasama dan Tes Potensi Sukses.
Psikotes Menggunakan Wawancara
Dalam psikotes jenis ini jawaban-jawaban seseorang terhadap pertanyaan yang diajukan secara lisan melalui tatap muka langsung (wawancara atau interview) dengan penguji digunakan untuk menilai kemampuan, karakter dan keprbadiannya.
III. Analisa
Psikotes Online ini manjadikan pilihan sebahagian orang untuk mengukur kemampuannya sebelum terjun dalam Dunia Pekerjaan atau Sekolah. Kita juga harus mengetahui dimana potensi/kemampuan diri kita untuk melakukan tes psikotes, agar materi yang dikuasai sesuai dengan batasan-batasan kemampuan kita.
Dalam menganalisa psikotes online terdapat dampak baik dan buruknya, yaitu :
Dampak baiknya
IV. Referensi
http://www.psikotes.org
http://www.ssantsons.com/psikotes
Di zaman yang sudah sangat amat canggih ini banyak khalayak yang lebih memanfaatkan teknologi komputer dan internet untuk melakukan tes-tes seperti psikotes. Banyak sekali psikotes yang sudah mulai dijadikan syarat untuk menentukan kemampuan seseorang pada suatu bidang tertentu. Karena pentingnya psikotes ini, banyak tata cara dan sarana latihan untuk menjawab dan mengetahui apa itu psikotes. Salah satunya adalah Psikotes Online atau Psikotes di Internet.
Psikotes di Internet pada umumnya adalah kumpulan latihan-latihan secara online yang harus diselesaikan dengan waktu yang terbatas dengan menggunakan metode-metode skor yang akan muncul setelah kita mengerjakannya, guna untuk menghadapi tes psikologi. Dari hasil tes terebut, kita dapat mengetahui dan menentukkan dimana bakat serta kemampuan kita berada. Biasanya tes psikotes diberikan pada saat kita akan menghadapi tes masuk pekerjaan, ataupun tes masuk sekolah/perguruan tinggi.
II. Teori
Pada sub bab ini kita harus mengathui terlebih dahulu apa itu psikotes. Psikotes adalah tes untuk mengukur aspek individu secara psikis. Tes dapat berbentuk tertulis, visual, atau evaluasi secara verbal yang teradministrasi untuk mengukur fungsi kognitif dan emosional. Tes ini dapat diaplikasikan kepada anak-anak maupun orang dewasa.
Tujuan tes psikologi digunakan untuk mengukur berbagai kemungkinan atas bermacam kemampuan secara mental dan apa-apa saja hal yang mendukungnya, termasuk prestasi dan kemampuan, kepribadian, intelegensi, atau bahkan fungsi neurologisnya.
Aplikasi Tes Psikologi dapat dilakukan pada berbagai macam setting, termasuk rekruitmen dalam perusahaan, mengetahui minat dan bakat anak. minat bakat siswa, minat bakat calon mahasiswa dalam mengambil suatu jurusan, tujuan klinis, perkembangan anak atau kustomisasi design dan modul dalam pelatihan atau training.
Psikotes berdasarkan metode tesnya dapat dibedakan menjadi tiga yaitu :
Psikotes menggunakan media grafis atau gambar
Dalam psikotes jenis ini, gambar yang dibuat oleh sesorang digunakan untuk menilai kemampuan, karakter dan kepribadiannya. Termasuk psikotes grafis atau gambar adalah Tes Wartegg
Tes DAP (Draw A Person)
Tes Baum Tree
Tes HTP (House Tree Person)
Psikotes Menggunakan Kuisioner
Dalam psikotes jenis ini jawaban-jawaban seseorang terhadap sejumlah soal yang diberikan kepadanya digunakan untuk menilai kemampuan, karakter dan kepribadiannya. Termasuk psikotes kuisioner adalah Tes Army Alpha, Tes Efektifitas Diri, Tes Enneagram, Tes EPPS, Tes MBTI, Tes Ketelitian, Tes Kode dan Ingatan, Tes TPA (Kuantitatif, Verbal< Logika, dan Spasial), Tes MAPP, Tes Motivasi Kepemimpinan. Tes Motivasi, Tes Koran Pauli, Tes Skala Kematangan (TSK), Tes Kerjasama dan Tes Potensi Sukses.
Psikotes Menggunakan Wawancara
Dalam psikotes jenis ini jawaban-jawaban seseorang terhadap pertanyaan yang diajukan secara lisan melalui tatap muka langsung (wawancara atau interview) dengan penguji digunakan untuk menilai kemampuan, karakter dan keprbadiannya.
III. Analisa
Psikotes Online ini manjadikan pilihan sebahagian orang untuk mengukur kemampuannya sebelum terjun dalam Dunia Pekerjaan atau Sekolah. Kita juga harus mengetahui dimana potensi/kemampuan diri kita untuk melakukan tes psikotes, agar materi yang dikuasai sesuai dengan batasan-batasan kemampuan kita.
Dalam menganalisa psikotes online terdapat dampak baik dan buruknya, yaitu :
Dampak baiknya
- Para peserta psikotes dapat mempelajari tes psikotes yang sudah disediakan di Internet, karena itu dapat dilakukan di rumah dengan santai dan rilex.
- Kita dapat melihat skor pada akhir mengerjakan soal-soal serta mengukur sampai mana kemampuan kita.
- Tidak memakan biaya, yang kita perlukan hanya online dan mengerjakannya dengan teliti dan tanggap.
- Kebanyakan pada tes ini tidak terlalu rinci dengan apa yang telah dipelajari sebelumnya, sehingga peserta kurang paham dan tidak mengerti.
- Kurangnya tes-tes yang sudah umum, seperti tidak adanya tes menggambar (walaupun di Internet).
- Terkadang peserta tidak tahu menahu tentang siapa yang bertanggung jawab atas tes ini ( bersifat illegal).
IV. Referensi
http://www.psikotes.org
http://www.ssantsons.com/psikotes
Jumat, 31 Mei 2013
Awal Mula Kehidupan di Bumi
Dari mulai Bumi terbentuk, para ilmuan membagi
menjadi 12 fase / periode kehidupan. ini memudahkan untuk melihat kapan
mnculnya hewan pertama, tumbuhan pertama, dll. 12 pase / periode tersebut
diantaranya:
1. Periode Pra-Cambria (4,6 miliar tahun - 570 juta tahun lalu)
Periode Pra-Cambria merupakan periode tertua dan terlama dalam sejarah Bumi. Selama periode ini, 4 miliar tahun yang lalu, kerak Bumi terbentuk diikuti oleh benua dan samudra. kehidupan muncul 500 juta tahun kemudian ketika organisme selular yang pertama kali tampak, yaitu bersamaan dengan kemunculan ganggang dan bakteri.
2. Periode Cambria (570-505 juta tahun lalu)
Di periode ini berbagai kelompok hewan tak
bertulang belakang muncul dilaut dangkal yang tersebar dimuka bumi.
3. Periode Ordovicia (505-440 juta tahun yang lalu)
Hewan bertulang belakang pertama kali muncul pada periode ini . Terdapat dalam jumlah besar koral, bunga karang, dan kerang-kerang seperti Cephalopoda.
4. Periode Silur (440-410 juta tahun yang lalu)
Di periode ini muncul tanaman daratan yang pertama dan muncul ikan dengan rahang.
5. Periode Devon (410-360 juta tahun yang lalu)
Periode ini menandai hadirnya serangga dan hewan darat pertama: amfibi. Selama periode ini keaneka ragaman spesies ikan bertambah dan daratan yang sebelumnya tandus mulai dipenuhi tamanam pakis.
6. Periode Carboniferous (360-286 juta tahun yang lalu)
Kenaikan permukaan laut memicu pembentukan rawa-rawa besar. tumbuh-tumbuhan mati dan membusuk, membentuk lapisan yang menjadi cadangan batu bara. Binatang melata yang pertama kali muncul di muka Bumi.
7. Periode Permia (286-245 juta tahun yang lalu)
Pada masa ini populasi reptil mengalahkan amfibi bersamaan dengan makin keringnya iklim. hanya ada satu benua besar pada saat itu, yaitu Pangaea.
8. Periode Trias (245-208 juta tahun yang lalu)
Pada Periode ini Benua tunggal Pangaea mulai terpecah menjadi benua-benua yang ada sekarang. Mamalia, Dinosaurus, dan berbagai reptil yang hidup di air mulai bermunculan.
9. Periode Jura (208-145 juta tahun ang lalu)
Selama periode ini benua-benua yang terpisah membentuk ruang yang menjadikan Samudra Atlantik. Dinosaurus seperti Plateosaurus dan Brontosaurus mendominasi planet Bumi. Reptil lainnya dan burung mulai bermunculan. Tanaman berbunga mulai tumbuh.
10 Periode Kapur (145-65 juta tahun yang lalu)
Dinosaurus yang menguasai bumi pada masa ini tiba-tiba musnah diakhir periode ini. Kemungkinan penyebabnya adalah tumbukan meteor raksasa dengan Bumi yang mengakibatkan musnahnya tiga perempat dari semua spesies binatang dan tumbuhan.
11. Periode Tersier (65-1,6 juta tahun yang lalu)
Primata dan kera besar pertama muncul sepanjang periode ini. Spesies mamalia mulai beraneka ragam, dan kuda, unta, badak serta gajah mengalami evolusi. Pendinginan iklim memicu pembentukan padang rumput.
12. Periode Kuartir (1,6 juta tahun yang lalu sampai saat ini)
Periode ini ditandai oleh empat zaman es: gletser mencapai maksimum 18.000 tahun lalu dan berakhir 8.000 tahun kemudian. Selama periode ini, mamalia dan burung adalah spesies yang dominan. Manusia pertama muncul: Homo Habilis, Homo Erectus, dan Homo Sapien. Sejarah dimulai dengan penemuan tulisan, 5.000 tahun yang lalu.
3. Periode Ordovicia (505-440 juta tahun yang lalu)
Hewan bertulang belakang pertama kali muncul pada periode ini . Terdapat dalam jumlah besar koral, bunga karang, dan kerang-kerang seperti Cephalopoda.
4. Periode Silur (440-410 juta tahun yang lalu)
Di periode ini muncul tanaman daratan yang pertama dan muncul ikan dengan rahang.
5. Periode Devon (410-360 juta tahun yang lalu)
Periode ini menandai hadirnya serangga dan hewan darat pertama: amfibi. Selama periode ini keaneka ragaman spesies ikan bertambah dan daratan yang sebelumnya tandus mulai dipenuhi tamanam pakis.
6. Periode Carboniferous (360-286 juta tahun yang lalu)
Kenaikan permukaan laut memicu pembentukan rawa-rawa besar. tumbuh-tumbuhan mati dan membusuk, membentuk lapisan yang menjadi cadangan batu bara. Binatang melata yang pertama kali muncul di muka Bumi.
7. Periode Permia (286-245 juta tahun yang lalu)
Pada masa ini populasi reptil mengalahkan amfibi bersamaan dengan makin keringnya iklim. hanya ada satu benua besar pada saat itu, yaitu Pangaea.
8. Periode Trias (245-208 juta tahun yang lalu)
Pada Periode ini Benua tunggal Pangaea mulai terpecah menjadi benua-benua yang ada sekarang. Mamalia, Dinosaurus, dan berbagai reptil yang hidup di air mulai bermunculan.
9. Periode Jura (208-145 juta tahun ang lalu)
Selama periode ini benua-benua yang terpisah membentuk ruang yang menjadikan Samudra Atlantik. Dinosaurus seperti Plateosaurus dan Brontosaurus mendominasi planet Bumi. Reptil lainnya dan burung mulai bermunculan. Tanaman berbunga mulai tumbuh.
10 Periode Kapur (145-65 juta tahun yang lalu)
Dinosaurus yang menguasai bumi pada masa ini tiba-tiba musnah diakhir periode ini. Kemungkinan penyebabnya adalah tumbukan meteor raksasa dengan Bumi yang mengakibatkan musnahnya tiga perempat dari semua spesies binatang dan tumbuhan.
11. Periode Tersier (65-1,6 juta tahun yang lalu)
Primata dan kera besar pertama muncul sepanjang periode ini. Spesies mamalia mulai beraneka ragam, dan kuda, unta, badak serta gajah mengalami evolusi. Pendinginan iklim memicu pembentukan padang rumput.
12. Periode Kuartir (1,6 juta tahun yang lalu sampai saat ini)
Periode ini ditandai oleh empat zaman es: gletser mencapai maksimum 18.000 tahun lalu dan berakhir 8.000 tahun kemudian. Selama periode ini, mamalia dan burung adalah spesies yang dominan. Manusia pertama muncul: Homo Habilis, Homo Erectus, dan Homo Sapien. Sejarah dimulai dengan penemuan tulisan, 5.000 tahun yang lalu.
Sumber Referensi : ilmu populer umum dan pelajar (http://perpus13.pun.bz)
Kamis, 02 Mei 2013
Perkembangan IPTEK di Era Globalisasi
Era Globalisasi adalah dimana zaman berpengaruh besar terhadap dimensi waktu yang terus berjalan atau dimana perkembangan kehidupan yang sangat amat dinamis berperan. Begitupun dengan seiring berjalannya waktu, banyak manusia yang sudah mulai menemukan berbagai macam penemuan yang luar biasa. Penemuan itu dimulai dari sebuah tantangan yang berlaku terus menerus yang dicoba sampai akhirnya manusia bisa menemukan apa itu TEKNOLOGI!!. Ya, TEKNOLOGI adalah dimana sebuah kesatuan pemikiran, proses pemahaman, dan aplikasi di kombinasikan menjadi satu. Adanya penemuan yang sudah dicoba manusia dari dimensi ke dimensi selanjutnya ini menghasilkan manfaat yang sangat dahsyat untuk kehidupan manusia yang selanjutnya atau yang akan datang.
Disini saya akan membahas mengapa manusia tidak lepas dari yang namanya TEKNOLOGI? Bicara soal TEKNOLOGI tentu tidak akan ada habisnya. Ya, itu sangat jelas, karena teknologi memberikan suatu arahan apa yang saat ini manusia sangat butuhkan di kehidupan yang sangat serba kesulitan ini. Adanya Perkembangan teknologi memberikan sarana dan prasarana yang tentu saja dibutuhkan untuk semua lapisan kalangan manapun.Teknologi memudahkan manusia melakukan segala sesuatunya menjadi lebih mudah dan lebih modern. Perkembangan ini memberikan suatu pengaruh yang besar untuk dunia, terutama untuk kemajuan dunia. Perkembangan ini juga yang membuat suatu pemikiran untuk lebih maju lagi yang membentuk suatu ilmu atau yang biasa kita sebut Ilmu Pengetahuan Teknologi(IPTEK).
Disini saya akan membahas mengapa manusia tidak lepas dari yang namanya TEKNOLOGI? Bicara soal TEKNOLOGI tentu tidak akan ada habisnya. Ya, itu sangat jelas, karena teknologi memberikan suatu arahan apa yang saat ini manusia sangat butuhkan di kehidupan yang sangat serba kesulitan ini. Adanya Perkembangan teknologi memberikan sarana dan prasarana yang tentu saja dibutuhkan untuk semua lapisan kalangan manapun.Teknologi memudahkan manusia melakukan segala sesuatunya menjadi lebih mudah dan lebih modern. Perkembangan ini memberikan suatu pengaruh yang besar untuk dunia, terutama untuk kemajuan dunia. Perkembangan ini juga yang membuat suatu pemikiran untuk lebih maju lagi yang membentuk suatu ilmu atau yang biasa kita sebut Ilmu Pengetahuan Teknologi(IPTEK).
IPTEK memberikan wawasan terhadap kita semua untuk menjadi bangsa yang maju, menjadi bangsa yang mempunyai standar integritas di jajaran bangsa-bangsa di dunia yang sudah lebih pesat perkembangan IPTEKnya. Terutama Indonesia, Indonesia sudah sangat berkembang untuk melakukan proses pengadaptasian yang tadinya sangat awam untuk melakukan teknologi, namun sekarang Indonesia sudah mempunyai integritas diri yang lebih menjanjikan. Yaitu adanya pengetahuan akan teknologi. Kemajuan ini membuat negara kepulauan ini menjadi lebih welcome dengan masuknya dunia teknologi yang memang sudah di legalkan dunia. Kemajuan teknologi kian hari semakin meningkat di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari seberapa banyaknya pengguna teknologi di Indonesia, bertambahnya permintaan konsumen akan perkembangan teknologi, manusia semakin maju dan mulai bekerja dengan menggunakan segala teknologi yang sudah ada. Di Indonesia sudah banyak penduduknya yang sudah mengenal teknologi.
Namun, disatu sisi tidak semua hal yang berbau teknologi itu bersifat positif dan legal. Ada beberapa pengguna teknologi menyalahgunakannya sebagai suatu hal yang dianggap merugikan untuk pihak lain. Misalnya, seseorang yang membuka situs-situs yang tidak berkenaan, menjadi hacker/cracker dengan tujuan untuk merusak atau merusak hak orang lain yang tidak sepantasnya dilakukan(illegal). Di zaman yang sangat amat modern ini teknologi informasi menjadi suatu alasan dimana manusia berlaku sesuka hatinya untuk berbuat apapun. Kenyataannya? banyak pelaku kejahatan yang tersebar di Dunia Maya yang lain halnya adalah untuk merugikan orang lain(CyberCrime).
Untuk itu ada baiknya menggunakan teknologi untuk suatu hal positif dan tidak merugikan orang lain. Karena tantangan di era globalisasi sangat amat berat. Ilmu Pengetahuan Teknologi yang sudah kita dapat dan sudah kita pelajari ada baiknya dilakukan dengan penuh manfaat. Karena pada dasarnya TEKNOLOGI hanya sarana dan prasarana yang diperuntukan untuk manusia, untuk membantu segala kesulitan yang ada.
Langganan:
Postingan (Atom)




